Mengetahui Kain Tulle

Konveksi Baju Online 085697924402

Kain Tulle, setelah mendengar nama dari salah satu jenis kain ini apakah ada yang terlintas dipikiran kalian? Atau mungkin kalian memiliki pakaian yang terbuat dari kain ini? Mungkin banyak dari kalian yang belum mengetahui tentang kain yang satu ini atau belum sadar karena mendengar namanya sedikit asing. Namun, biasanya kain tulle digunakan untuk mmebuat gaun pengantin atau pakaian ballet loh! Nah, apa kalian sekarang setidaknya udah ada gambran? Simak artikelnya yuk biar lebih mengetahuin kain tulle ini!

Kain tulle tidaklah asing di penglihatan kita banyak sekali gaun pernikahan dan kostum balet pada umumnya. Yang di disaign menggunakan dari bahan kain tulle. Kian tulle atau bisa disebut sebagai tille adalah jenis kain berbentuk jala dengan lubang kecil – kecil. Dan jenis kain seperti ini sangatlah ringan, kuat dan tahan lama. Ada dua jenis tekstur kain yang di miliki oleh kain tulle. Jenis tekstur yang pertama ada kain tulle yang kaku dan kain tulle yang lembut.

Tulle/ Tile/ Net adalah jenis kain yang sama namun di setiap masing kain tersebut memiliki perbedaan nya masing – masing yang menyamakan antara kain – kain ini adalah suatu tekstil yang di hasilkan melalui mesin Rachel knit (rajut lusi) yaitu berupa kain yang sangat ringan berbentuk net (jarring). Selain itu tulle juga memiliki beberapa ragam jenis, ada tulle polos da nada juga tulle yang dihiasi dengan gliter serta manik – manik sehingga terkesan sangat mewah dan terlihat berkilau saat terkena cahaya atau sinar.

Kain tulle juga dibuat dari berbagai macam serat seperti , sutra, nilon, dan rayon. Kain tulle ini selain untuk membuat gaun atau baju balet. kain ini juga bisa kita manfaatkan sebagai pelindung taman, supaya serangga tidak dapat mendekat ataupun hinggap di taman kita. Penggunaan kain tulle dalam pembuatan suatu gaun pernikahan sangatlah di senagi oleh masyarakat sekitar dikarenakan kain ini memiliki kesan mengembang sehingga gaun yang kita pakai akan terlihat atau tampak sangat anggun.

Kain tulle juga memiliki sejarah tersendiri, Tulle berasal dari nama salah satu kota di wilayah tengah selatan Perancis. Kota tulle terkenal sebagai kota pusat produksi sutra renda pada abad ke – 18. Kain tulle mulai di kenal setelah menjadi salah satu bahan utama kostum balet di Perancis. Selain di gunakan sebagai bahan dasar kain fashion dan pelindung taman, kain ini juga dapat berfungsi sebagai selambu kamar tidur yang berfungsi supaya tidak terserang oleh gigitan nyamuk.

 

Kain Khas Nusantara, Kain Sulam Usus

Konveksi Baju Online 085697924402

Pernah mendengar nama kain sulam usus? Kenapa bisa disebut kain sulam usus sih? Nah, disini kain sulam usus disebut demikian karena memang desainnya yang bisa dibilang menyerupai struktur usus. Kain ditenun sedemikian rupa hingga berbentuk seperti usus.

Sulam usus adalah seni kerajinan sulam yang telah ada sejak dulu dalam masyarakat Lampung Pepadun. Awalnya Sulam Usus hanya berupa ‘bebe’ atau penutup bagian dada para wanita dan penari penari kala upcara adat atau pesta pernikahan berlangsung. Seiring waktu Sulam Usus semakin ber-methamorphosa menjadi busana yang aplikatif dan unik.  Tapi tak banyak yang mengetahui proses rumit dan unik di balik indahnya busana Sulam Usus tersebut. Sulam usus ini terkenal dari daerah Lampung, kain ini merupakan salah satu ikon kain daerah Lampung karena memang modelnya yang unik dan memiliki daya tarik sendiri bagi para penggunanya.

Kain sulam usus patut dihargai dengan harga terbaik, karena proses pembuatannya yang memang cukup lama. Motifnya yang unik dan juga klasik membuat kain ini harus dikerjakan dengan tingkat kesabaran yang baik. Kain sulam usus memiliki harga jual yang tinggi, sehingga rata – rata pemakai kain ini adalah kain menengah keatas. Hasil sulam kain usus biasanya halus dan juga sudah dilengkapi dengan aksesoris yang ciamik agar menambah kesan premium dari kain ini.

Kita harus bisa menghargai para pengrajin kain sulam usus ini supaya kain ini tidak punah atau hilang, oleh karena itu support terus kain khas nusantara ini.

Sekian artikel singkat kali ini, semoga bisa bermanfaat.

 

 

 

Kain Khas Nusantara, Kain Sasirangan

 

Konveksi Baju Online 085697924402

Kain Sasirangan, apa kalian tau kain yang satu ini? Darimana sih daerahnya? Terus ciri khasnya gimana?

Nah, kain sasirangan adalah kain khas nusantara yang berasal dari Banjar di Kalimantan Selatan. Desain/corak didapat dari teknik-teknik jahitan dan ikatan yang ditentukan oleh beberapa faktor, selain dari komposisi warna dan efek yang timbul antara lain : jenis benang/jenis bahan pengikat

Diatas adalah pengertian kain sasirangan menurut Wikipedia, lalu apa arti lebih kain sasirangan lebih lanjut?

Kain Sasirangan merupakan kain adat suku Banjar di Kalimantan Selatan yang diwariskan secara turun temurun sejak abad XII, saat Lambung Mangkurat menjadi Patih Negara Dipa. Cerita yang berkembang di masyarakat Kalimantan Selatan adalah bahwa kain Sasirangan pertama kali dibuat oleh Patih Lambung Mangkurat setelah bertapa 40 hari 40 malam di atas rakit Balarut Banyu.

Konon menjelang akhir tapanya, rakitnya tiba di daerah Rantau kota Bagantung. Di tempat ini, ia mendengar suara perempuan yang keluar dari segumpal buih. Perempuan itu adalah Putri Junjung Buih, yang kelak menjadi Raja di daerah ini. Sang Putri hanya akan menampakkan wujudnya jika permintaannya dikabulkan, yaitu sebuah istana Batung dan selembar kain yang ditenun dan dicalap (diwarnai) oleh 40 putri dengan motif wadi/padiwaringin. Kedua permintaan itu harus selesai dalam waktu satu hari. Kain yang dicalap itu kemudian dikenal sebagai kain sasirangan yang pertama kali dibuat

Kain sasirangan dipercaya memiliki kekuatan magis yang bermanfaat untuk pengobatan (batatamba), khususnya untuk mengusir roh-roh jahat dan melindungi diri dari gangguan makhluk halus. Agar bisa digunakan sebagai alat pengusir roh jahat atau pelindung badan, kain sasirangan biasanya dibuat berdasarkan pesanan

Di awal-awal kemunculannya, kain sasirangan mempunyai bentuk dan fungsi yang cukup sederhana, seperti ikat kepala (laung), sabuk dan tapih bumin (kain sarung) untuk lelaki, selendang, kerudung, udat (kemben), dan kekamban (kerudung) untuk perempuan

Seturut perkembangannya, kain ini juga digunakan sebagai pakaian adat yang dipakai oleh kalangan rakyat biasa ataupun keturunan bangsawan saat mengikuti upacara-upacara adat. Namun perkembangan zaman juga yang mengubah fungsi kain sasirangan dalam masyarakat Kalimantan Selatan. Nilai-nilai sakral yang terkandung di dalamnya seolah-olah ikut memudar tergerus arus globalisasi mode. Globalisasi menjadikan kain ini tidak hanya mengalami proses desakralisasi sehingga kemudian berubah menjadi pakaian sehari-hari, tetapi juga  semakin dilupakan.

Padahal bisa dikatakan kalau kain sasirangan merupakan salah satu bentuk perwujudan dari pengetahuan lokal masyarakat Kalimantan Selatan. Dengan mengenal sejarah kain sasirangan, kita bisa mengetahui beraneka macam nilai yang hidup dan berkembang dalam masyarakat setempat. Seperti nilai tentang keyakinan, budaya, dan ekonomi

Seperti kain pada umumnya, kain sasirangan memiliki banyak motif, diantaranya: sarigading, ombak sinapur karang (ombak menerjang batu karang), hiris pudak (irisan daun pudak), bayam raja (daun bayam), kambang kacang (bunga kacang panjang), naga balimbur (ular naga), daun jeruju (daun tanaman jeruju), bintang bahambur (bintang bertaburan di langit), kulat karikit (jamur kecil), gigi haruan (gigi ikan gabus), turun dayang (garis-garis), kangkung kaombakan (daun kangkung), jajumputan (jumputan), kambang tampuk manggis (bunga buah manggis), dara manginang (remaja makan daun sirih), putri manangis (putri menangis), kambang cengkeh (bunga cengkeh), awan beriring (awan sedang diterpa angin), benawati (warna pelangi), bintang bahambur (bintang bertaburan di langit), turun dayang (garis-garis), dan sisik tanggiling

Kain sasirangan banyak tersedia di berbagai toko oleh-oleh yang ada di Kalimantan Selatan. Harganya ditentukan berdasar jenis kain dan motifnya. Semakin rumit motifnya maka semakin mahal juga harganya.

Kain sasirangan adalah satu dari banyak kain nusantara yang harus kita lestarikan. Oleh karena itu, kita juga harus mendukung para penenum kain ini agar kain khas dari daerah kita ini tidak hilang atau punah. Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa menambah wawasan kalian.

 

Tips Perawatan Kain Songket Dengan Benar

Konveksi Baju Online 085697924402

Kain songket, mungkin kain yang satu ini sudah sangat terkenal. Pamornya sudah sangat terkenal di masyarakat karena penyebarannya sudah ada dimana-mana. Kain songket pada sekarang ini bisa menjadi pilihan bisnis yang menguntungkan. Karena permintaannya yang tinggi di pasaran membuat kain ini bisa emnjadi primadona dalam berbisnis.

Kain songket sendiri memerlukan pengerjaan yang cukup lama, tergantung dari tingkat kesulitan motifnya. Biasanya memakan waktu satu minggu atau bahkan satu bulan. Dari pengerjaannya saja yang lama, membuat daya tari tersendiri bagi para pemakainya.

Mungkin banyak dari pembaca artikel ini yang mempunyai kain songket. Tapi, kalian pernah tau enggak sih perawatan kain ini? Kain songket juga harus ada perawatannya loh! Enggak sembarangan aja. Nah, pada kesempatan kali ini Konveksi Baju Online akan menjelaskan sedikit tentang bagaimana perawatan kain songket agar kain songket kesayangan kalian tetap awet dan terjaga.Karena saying kan kalau kain songket kalian harus rusak karena tidak tepat merawatnya. Nah, dibawah ini adalah tips merawat kain songket dengan baik.

  1. Setelah memakainya, sebaiknya kain songket langsung anda angin-anginkan dengan meletakkan bagian dalam dihadapkan ke luar. Kain songket jangan dijemur di bawah sinar matahari secara langsung, karena dapat menghilangkan kilap benang emas maupun perak yang ada pada kain.
  2. Untuk mencucinya, kain songket sebaiknya tidak dicuci dengan menggunakan mesin cuci dan deterjen. Mencucinya bisa dengan dry clean atau dibasahi dengan air saja. Jangan pula memerasnya.
  3. Apabila anda ingin menyetrika kain songket, maka sebaiknya lapisi terlebih dahulu dengan kain halus. Jangan menggunakan suhu yang tinggi karena bisa menghilangkan kilap emas maupun peraknya. Jadi gunakanlah suhu yang paling rendah saja.
  4. Untuk menyimpannya, kain songket sebaiknya diganutng dan bukannya dilipat. Karena apabila dilipat dan bertumpuk dengan kain lain, nantinya lipatannya akan berbekas. Sehingga benang-benang akan akan mudah terpisah dan bisa putus. Atau anda juga bisa menggulungnya dan dilapisi dengan kertas minyak putih. Jangan menggunakan plastik karena dapat membuat songket lembab dan berjamur. Setelah digulung dan dilapisi kertas minyak, masukkan dalam kotak khusus penyimpanan.
  5. Untuk menghindari kutu dan jamur, janganlah menyemprotkan bahan kimia langsung ke kain songket. Karena akan menimbulkan noda yang tidak bisa hilang. Anda bisa menggunakan biji merica atau lada yang ditaruh dalam plastik dan dilubangin kecil-kecil. Setelah itu gantungkan di dekat area penyimpanan songket.

 

Nah, diatas adalah penjelasan sedikit tentang perawatan kain songket. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan kalian.

 

 

 

Kain Khas Nusantara, Kain Tenun Koffo

Kain tenun koffo. Indonesia memiliki berbagai macam motif atau corak kain tradisional, masing – masing etnik pasti memiliki jenis kain tradisionalnya. Seperti halnya dengan kain yang akan kita bahas kali ini, kain tenun koffo. Kain tenun koffo berasal dari Sulawesi Utara, kain satu ini adalah kain yang biasa dipakai oleh putra dan putri kerajaan Sangihe. Tenunan Kain Koffo dibuat atau dikerjakan putra-putri Raja di Sangihe Talaud yang sarangsen maka kahiwu dan bahan Bakunya diambil dari serat pohon pisang abaka atau orang sangihe talaud menyebutnya hote/rote dan orang manado menyebut pisang manila atau kofi sangi untuk minahasa. Kain koffo merupakan satu dari berbagai macam kain kebudayaan Indonesia. Kain ini memiliki unsur budaya sendiri dan memang biasanya hasil tenunan kain koffo tersbut dipakai oleh orang Sangihe Talaud baik laki-laki atau perempuan dengan motif yang mirip damask kembang berwarna tunggal.

Kain koffo pada awalnya merupakan primadona bagi para masyarakat Sulawesi, dilihat dari penjualannya dimana-mana dan biasa dipakai untuk pakaian keagamaan, membuat kain ini memiliki nilai tersendiri bagi pemakainya. Namun, apa kalian tau? Kain toffo ini termasuk kain yang hampir punah. Kenapa? Karena sudah banyak orang yang sudah memilih kain lain sebagai favoritnya. Namun hal ini tidak menyurutkan semangat seorang putri Sulawesi, Cindy Wowor. Dan akhirnya pada bulan April 2017 yang lalu, dia mendirikan COFO untuk  pengembangan dan pelastarian kain tenun Koffo sebagai salah satu nilai nilai budaya bangsa dari Provinsi Sulawesi Utara yang sempat punah,dengan menggunakan bahan kapas dan modern lainnya dengan mempertahankan ragam hias asli Koffo serta modifikasi baru yang dikembangkan sebagaimana aslinya pada masa lalu.

Nah, diatas adalah penjelasan sedikit tentang kain koffo. Mungkin kalian tertarik untuk memulai usaha atau bisnis di bidang pakaian? Konveksi Baju Online bisa menjadi pilihan dan dapat diandalkan! Jika ada pertanyaan  bisa langsung menghubungi 085697924402 atau bisa mendatangi langsung workshop kami di JL. CIREUNDEU INDAH III Gang Musholla NO 62A RT 1 RW 3, Ciputat Timur, Pisangan, Kota Tangerang Selatan, Banten 15419