Kain Khas Nusantara, Kain Sasirangan

 

Konveksi Baju Online 085697924402

Kain Sasirangan, apa kalian tau kain yang satu ini? Darimana sih daerahnya? Terus ciri khasnya gimana?

Nah, kain sasirangan adalah kain khas nusantara yang berasal dari Banjar di Kalimantan Selatan. Desain/corak didapat dari teknik-teknik jahitan dan ikatan yang ditentukan oleh beberapa faktor, selain dari komposisi warna dan efek yang timbul antara lain : jenis benang/jenis bahan pengikat

Diatas adalah pengertian kain sasirangan menurut Wikipedia, lalu apa arti lebih kain sasirangan lebih lanjut?

Kain Sasirangan merupakan kain adat suku Banjar di Kalimantan Selatan yang diwariskan secara turun temurun sejak abad XII, saat Lambung Mangkurat menjadi Patih Negara Dipa. Cerita yang berkembang di masyarakat Kalimantan Selatan adalah bahwa kain Sasirangan pertama kali dibuat oleh Patih Lambung Mangkurat setelah bertapa 40 hari 40 malam di atas rakit Balarut Banyu.

Konon menjelang akhir tapanya, rakitnya tiba di daerah Rantau kota Bagantung. Di tempat ini, ia mendengar suara perempuan yang keluar dari segumpal buih. Perempuan itu adalah Putri Junjung Buih, yang kelak menjadi Raja di daerah ini. Sang Putri hanya akan menampakkan wujudnya jika permintaannya dikabulkan, yaitu sebuah istana Batung dan selembar kain yang ditenun dan dicalap (diwarnai) oleh 40 putri dengan motif wadi/padiwaringin. Kedua permintaan itu harus selesai dalam waktu satu hari. Kain yang dicalap itu kemudian dikenal sebagai kain sasirangan yang pertama kali dibuat

Kain sasirangan dipercaya memiliki kekuatan magis yang bermanfaat untuk pengobatan (batatamba), khususnya untuk mengusir roh-roh jahat dan melindungi diri dari gangguan makhluk halus. Agar bisa digunakan sebagai alat pengusir roh jahat atau pelindung badan, kain sasirangan biasanya dibuat berdasarkan pesanan

Di awal-awal kemunculannya, kain sasirangan mempunyai bentuk dan fungsi yang cukup sederhana, seperti ikat kepala (laung), sabuk dan tapih bumin (kain sarung) untuk lelaki, selendang, kerudung, udat (kemben), dan kekamban (kerudung) untuk perempuan

Seturut perkembangannya, kain ini juga digunakan sebagai pakaian adat yang dipakai oleh kalangan rakyat biasa ataupun keturunan bangsawan saat mengikuti upacara-upacara adat. Namun perkembangan zaman juga yang mengubah fungsi kain sasirangan dalam masyarakat Kalimantan Selatan. Nilai-nilai sakral yang terkandung di dalamnya seolah-olah ikut memudar tergerus arus globalisasi mode. Globalisasi menjadikan kain ini tidak hanya mengalami proses desakralisasi sehingga kemudian berubah menjadi pakaian sehari-hari, tetapi juga  semakin dilupakan.

Padahal bisa dikatakan kalau kain sasirangan merupakan salah satu bentuk perwujudan dari pengetahuan lokal masyarakat Kalimantan Selatan. Dengan mengenal sejarah kain sasirangan, kita bisa mengetahui beraneka macam nilai yang hidup dan berkembang dalam masyarakat setempat. Seperti nilai tentang keyakinan, budaya, dan ekonomi

Seperti kain pada umumnya, kain sasirangan memiliki banyak motif, diantaranya: sarigading, ombak sinapur karang (ombak menerjang batu karang), hiris pudak (irisan daun pudak), bayam raja (daun bayam), kambang kacang (bunga kacang panjang), naga balimbur (ular naga), daun jeruju (daun tanaman jeruju), bintang bahambur (bintang bertaburan di langit), kulat karikit (jamur kecil), gigi haruan (gigi ikan gabus), turun dayang (garis-garis), kangkung kaombakan (daun kangkung), jajumputan (jumputan), kambang tampuk manggis (bunga buah manggis), dara manginang (remaja makan daun sirih), putri manangis (putri menangis), kambang cengkeh (bunga cengkeh), awan beriring (awan sedang diterpa angin), benawati (warna pelangi), bintang bahambur (bintang bertaburan di langit), turun dayang (garis-garis), dan sisik tanggiling

Kain sasirangan banyak tersedia di berbagai toko oleh-oleh yang ada di Kalimantan Selatan. Harganya ditentukan berdasar jenis kain dan motifnya. Semakin rumit motifnya maka semakin mahal juga harganya.

Kain sasirangan adalah satu dari banyak kain nusantara yang harus kita lestarikan. Oleh karena itu, kita juga harus mendukung para penenum kain ini agar kain khas dari daerah kita ini tidak hilang atau punah. Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa menambah wawasan kalian.

 

Tips Perawatan Kain Songket Dengan Benar

Konveksi Baju Online 085697924402

Kain songket, mungkin kain yang satu ini sudah sangat terkenal. Pamornya sudah sangat terkenal di masyarakat karena penyebarannya sudah ada dimana-mana. Kain songket pada sekarang ini bisa menjadi pilihan bisnis yang menguntungkan. Karena permintaannya yang tinggi di pasaran membuat kain ini bisa emnjadi primadona dalam berbisnis.

Kain songket sendiri memerlukan pengerjaan yang cukup lama, tergantung dari tingkat kesulitan motifnya. Biasanya memakan waktu satu minggu atau bahkan satu bulan. Dari pengerjaannya saja yang lama, membuat daya tari tersendiri bagi para pemakainya.

Mungkin banyak dari pembaca artikel ini yang mempunyai kain songket. Tapi, kalian pernah tau enggak sih perawatan kain ini? Kain songket juga harus ada perawatannya loh! Enggak sembarangan aja. Nah, pada kesempatan kali ini Konveksi Baju Online akan menjelaskan sedikit tentang bagaimana perawatan kain songket agar kain songket kesayangan kalian tetap awet dan terjaga.Karena saying kan kalau kain songket kalian harus rusak karena tidak tepat merawatnya. Nah, dibawah ini adalah tips merawat kain songket dengan baik.

  1. Setelah memakainya, sebaiknya kain songket langsung anda angin-anginkan dengan meletakkan bagian dalam dihadapkan ke luar. Kain songket jangan dijemur di bawah sinar matahari secara langsung, karena dapat menghilangkan kilap benang emas maupun perak yang ada pada kain.
  2. Untuk mencucinya, kain songket sebaiknya tidak dicuci dengan menggunakan mesin cuci dan deterjen. Mencucinya bisa dengan dry clean atau dibasahi dengan air saja. Jangan pula memerasnya.
  3. Apabila anda ingin menyetrika kain songket, maka sebaiknya lapisi terlebih dahulu dengan kain halus. Jangan menggunakan suhu yang tinggi karena bisa menghilangkan kilap emas maupun peraknya. Jadi gunakanlah suhu yang paling rendah saja.
  4. Untuk menyimpannya, kain songket sebaiknya diganutng dan bukannya dilipat. Karena apabila dilipat dan bertumpuk dengan kain lain, nantinya lipatannya akan berbekas. Sehingga benang-benang akan akan mudah terpisah dan bisa putus. Atau anda juga bisa menggulungnya dan dilapisi dengan kertas minyak putih. Jangan menggunakan plastik karena dapat membuat songket lembab dan berjamur. Setelah digulung dan dilapisi kertas minyak, masukkan dalam kotak khusus penyimpanan.
  5. Untuk menghindari kutu dan jamur, janganlah menyemprotkan bahan kimia langsung ke kain songket. Karena akan menimbulkan noda yang tidak bisa hilang. Anda bisa menggunakan biji merica atau lada yang ditaruh dalam plastik dan dilubangin kecil-kecil. Setelah itu gantungkan di dekat area penyimpanan songket.

 

Nah, diatas adalah penjelasan sedikit tentang perawatan kain songket. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan kalian.