Berkreasi Warna Dengan Kain Jumputan Dari Yogyakarta

Konveksi Baju Online 085697924402

Halo pembaca kembali lagi dengan Konveksibajuonline. kali ini Konveksibajuonline akan membahas kembali tentang kain khas nusantara. membicarakan kain khas nusantara sebenarnya tidak ada habisnya, karena indonesia memang memiluki beragam suku dan budaya, begitu pula dengna kain khas nusantaranya. Kain jumputan, adalah salah satu kain nusantara yang memang cukup bagus dan unik. penasaran buat tau lebih dalam tentang kain jumputan? yuk simak artikelnya.

Kain jumputan atau kain pelangi merupakan kerajinan tenun yang dihasilkan dengan teknik jumputan (tie and dye) untuk menghasilkan motif tertentu dari dari bahan berwarna putih polos. Dimulai dengan menjahit dan mengikat erat bagian-bagian tertentu kemudian mencelup dalam larutan pewarna sesuai keinginan. Pada perkembangannya teknik pembuatan kain jumputan ini mengenal metode strich and dye, yaitu membuat jelujur dengan benang pada bidang kain dengan mengikat pola yang telah ditentukan. Selanjutnya dengan ditarik erat-erat sehingga berkerut-kerut, lalu dimasukkan ke dalam larutan pewarna kain.

Di Indonesia, banyak sekali teknik jumputan yang dipakai, salah satu teknik jumputan di Palembang dikenal dengan nama teknik rincek-tritik. Kain jumputan biasanya memiliki motif yang memenuhi seluruh bahan. Kain jumputan yang biasa, satu pasang terdiri atas bahan untuk bagian atas, bagian bawah, dan selendang. Untuk jenis ini, para perajin umumnya membuat jumputan dengan satu tema warna. Macam jumputan antara lain kain jumputan, kain pelangi dan kain tritik. Jumputan dibuat dengan cara mengikat kain dengan tali yang tidak menyerap warna. Setelah dicelup dalam warna, kemudian dilepas dan dibilas sehingga akan terbentuk motif lingkaran.

Kain Pelangi memiliki warna yang lebih variatif. Pembuatannya juga mengikat kain dengan tali, dan saat tali dilepas bidang putih yang tidak terkena warna diisi dengan coretan kuas. Kain Tritik dibuat dengan cara menjelujur kain lalu ditarik rapat menjadi satu gumpalan kain. Kain jumputan umumnya menggunakan bahan sutera, dan memiliki berbagai macam motif, antara lain motif bintik tujuh, kembang janur, bintik lima, bintik sembilan, cuncung (terong), bintang lima, dan bintik-bintik. Warna kain jumputan pun mengalami perkembangan. Dahulu warna yang digunakan cenderung gelap, seperti kehitaman, kecokelatan, atau merah hati, sekarang warna-warna pastel atau warna cerah bergradasi sudah dapat kita jumpai di kain jumputan.

Jumputan awalnya dipakai untuk baju tradisional, tetapi pada saat ini, penggunaannya sudah sangat bervariatif untuk produk-produk baju. Seperti blouse, dress dan syal atau kerudung. Untuk busana pria, juga sudah mulai diaplikasikan untuk kemeja yang digunakan untuk acara formal atau pesta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *